Aura manusia tak pernah tanpa warna. Walaupun intensitas dan distribusi warna-warna dalam aura dapat sangat berbeda, aura lazimnya dicirikan oleh sebuah warna dominan dalam struktur aura yang mantap. Karenanya, anak indigo adalah anak yang memiliki aura dominan indigo (biru keunguan).
Warna aura seseorang jelas sangat mempengaruhi kehidupannya. Aura merupakan catatan pribadi sejarah hidup seseorang karena dapat menyajikan informasi penting yang tidak tersedia melalui sumber-sumber lain. Terdapat banyak bukti yang menyatakan bahwa kejadian-kejadian di masa depan, baik yang positif mau pun negatif, dapat direkam dalam aura. Hanya dengan ’melihat’ aura tersebut, kita dapat mengaktifkan kemampuan supernatural kita, misalnya telepati.
Aura secara umum adalah sebuah getaran energi yg menyelebungi seluruh tubuh manusia. Kalau dibayangkan, aura seperti lapisan atmosfer yang menyelimuti tubuh manusia. Aura pun berlapis-lapis. Secara umum dikenal ada lapisan astral,mental,dan spiritual.
Hubungan Aura dengan cakraCakra merupakan sebuah generator (pembangkit),generator tersebut menghasilkan getaran-getaran yang membentuk aura tersebut. Cakra dibagi menjadi 2 bagian, ada cakra Mayor(utama/besar) dan cakra Minor(kecil), Cakra Mayor pada tubuh manusia awam, dikenal ada 7 :
1. Cakra Mahkota ; terletak di atas kepala (ubun-ubun) ; berwarna ungu
2. Cakra Ajna ; terletak di depan tengah alis mata ; berwarna indigo
3. Cakra Tenggorokan ; terletak depan tenggorokan ; berwarna biru
4. Cakra Jantung ; terletak di depan tengah dada ; berwarna hijau
5. Cakra Solar Plexus ; terletak di depan ulu hati ; berwarna kuning
6. Cakra Tantien ; terletak 2 sd. 3 jari dibawah pusar ; berwarna orange
7. Cakra Dasar ; terletak diujung tulang ekor bawah ; berwarna merahMasing – masing cakra tersebut mempunyai keterkaitan terhadap kondisi manusia tersebut, baik dari segi emosional, pola pikir, iman dsbnya.
Berikut adalah gambarnya.
Nah, Warna indigo menempati urutan keenam pada spektrum warna pelangi maupun pada deretan vertikal cakra (dari bawah ke atas), dalam bahasa Sansekerta disebut Cakra Ajna (the third eyes), yang terletak di dahi, di antara kedua alis mata yang berkaitan dengan kelenjar hormon hipofisis dan epifisis di otak, yaitu pada cakra ke-enam.
Sebagian psikolog menyatakan bahwa keunggulan Cakra Ajna yang dimiliki oleh anak/dewasa Indigo setara tingkatannya dengan para nabi dan santo. Cakra Ajna yang telah terbuka membuat mereka mampu melihat dan memahami hal-hal baik secara fisik maupun metafisik yang tidak bisa dimengerti oleh orang kebanyakan. Sebagian besar dari mereka mampu melihat masa lalu, masa sekarang maupun masa depan atau lebih popular disebut sebagai kemampuan meramal.
Namun tidak hanya terbatas pada kemampuan meramal saja, sebagian besar anak/dewasa Indigo juga memiliki kemampuan paranormal yang sangat kompleks seperti sebagai: penyembuh dan lain sebagainya.
Tapi kemampuan-kemampuan tersebut bukan dipelajari, tapi sudah ada sejak kecil, dan biasanya mereka punya kekurangan, kebanyakan sulit adaptasi. Konon Ibnu Sina/Avicenna, bapak kedokteran dunia adalah seorang anak Indigo, dia bisa memetakan khasiat tumbuhan hanya dengan melihatnya, seolah-olah tumbuhan berbicara padanya mengenai khasiatnya.
Aura merupakan manifestasi fisik. Di mana jiwa setiap manusia yang
memancarkan cahaya di sekeliling tubuhnya dengan warna-warni yang
berubah setiap saat sesuai dengan keadaan jiwa seseorang.
Bila telah menguasai ilmu aura, Anda akan mampu untuk mengetahui
bagaimanakah seorang manusia itu. Apakah dia berbohong atau tidak.
Bahkan dengan ilmu ini Anda akan mampu mendeteksi kejiwaan seseorang.
Melihat aura merupakan langkah pertama memasuki dunia yang lebih
luas, yaitu suatu kesadaran yang meningkat dan dapat mengatasi berbagai
gangguan penyakit. Misalnya, saja salah satu organ tubuh Anda mengalami
gangguan, setelah mempelajari ilmu ini Anda akan dapat mengetahuinya
melalui cahaya yang nampak pada organ yang sakit. Lalu, bagaimana
caranya agar kita dapat melihat aura tersebut.
Pertama, tempatkan seseorang dalam keadaan berdiri dengan jarak
kurang lebih 60 cm di depan suatu latar belakang putih. Kemudian minta
kepada orang tersebut agar selalu dalam keadaan santai dan bernafas
dalam-dalam.
Untuk dapat melihat dengan baik, Anda harus mengambil jarak 2,5 meter
dan cahaya ruangan tidak boleh terlalu terang atau terfokus langsung ke
organ tersebut.
Cahaya yang paling baik digunakan adalah cahaya alami. Selanjutnya
cara melihat aura, adalah pusatkan perhatian Anda ke dinding di belakang
orang tersebut. Dengan melihat melalui kepala di daerah bahu.
Saat Anda menatap melampau garis bentuk tubuh, dengan sangat cepat
Anda akan melihat sebuah selubung putih kabur atau perak yang
mengelilingi tubuh orang itu. Aura yang terlihat dinamakan dengan aura
eterik. Letaknya berdekatan dengan tubuh dan berwarna putih atau perak
dengan tebal setengah centimeter.
Warna-warna Aura, yang memiliki ciri-ciri emosional tertentu.
* Ungu, tingkat pencapaian kerohanian, hubungan Illahi, mistik. Terletak pada kelenjar pituitari atau ubun-ubun.
* Nila, kebijaksanaan mendalam, bersifat seni, penguasaan diri dan
selaras dengan alam. Terletak di kalenjar pineal atau dahi.
* Biru, bermental kuat, kecerdasan dan pemikir nalar.
* Biru gelap, merupakan sifat curiga. Terletak di otak.
* Hijau, keseimbangan, harmoni, penyembuhan dan mudah menyesuaikan diri.
* Hijau gelap, penuh tipuan, licik. Terletak di leher.
* Kuning, kasih sayang, baik hati, belas kasihan dan optimis.
* Kuning gelap, curiga dan tamak. Terletak di jantung.
* Orange, energi dan kesehatan tubuh, berhubungan dengan penyakit dan vitalitas fisik yang rendah.
* Orange gelap, memperlihatkan kecerdasan yang rendah. Terletak di lambung dan limpa.
* Merah, kehidupan jasmaniah, ambisi dan penuh birahi.
* Merah gelap, ganas dan penuh nafsu.
* Merah muda, kasih tanpa pamrih, kelembutan hati, sopan santun. Terletak di bawah pusar.
* Coklat, pelit, mementingkan diri sendiri dan egois.
* Abu-abu, kemurungan, energi rendah dan rasa takut.
* Hitam, jahat, culas dan bermaksud buruk.
* Putih, menunjukan tingkat kerohanian yang tinggi.
* Perak, energi tinggi dan sangat berguna.
* Emas, diri yang luhur dan pencapaian kerohanian yang tinggi.
Banyak orang menyangka aura hanya dapat dilihat dengan kekuatan batin
tingkat tinggi, atau dengan bantuan khodam (jin dan makhluk halus).
Yang lebih moden, aura dapat dilihat dengan jelas menggunakan kamera
khas. Tapi tahukah anda, aura sebenarnya dapat dilihat dengan mata
kasar. Tips di bawah ini akan menerangkan cara-cara bagaimana untuk
melihat aura seseorang. Namun sebelum kita melangkah lebih jauh, ada
baiknya kita lihat sejenak mengenai apakah dan bagaimanakah sifat aura
itu. Maksudnya agar kita tidak tersalah pemahaman tentang aura.
Ada beberapa hal penting yang berkaitan dengan aura :
* Aura manusia selalu berubah-ubah sesuai dengan kematangan dan kepribadian seseorang.
* Aura manusia berwarna-warni sesuai dengan kepribadian dan
kehidupan seseorang. Masing-masing warna aura menunjukkan keperibadian
yang berbeda.
* Panjang pendeknya aura dapat dilihat dengan panca indera biasa seperti kulit atau pun dengan alat pencitra aura.
* Aura seseorang dapat mempengaruhi serta dipengaruhi oleh
lingkungan sekitar. Ia dapat bertambah dan berkurang kerana faktor
lingkungan sekitar.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar pancaran aura seseorang tetap bersinar, diantaranya ialah:
* Makan makanan yang halal, baik dan tidak berlebihan.
* Melakukan senam dan olahraga yang cukup dan teratur.
* Memenuhi keperluan tubuh seperti menghirup udara segar.
* Istirahat yang cukup, menghindari merokok, minum alkohol dan obat terlarang.
* Menjauhkan hati, pikiran dan kegiatan-kegiatan yang memberi unsur yang negatif.
* Menjauhi sikap hati yang kasar, mudah marah sebaliknya, perbanyak rasa kasih sayang.
Sekarang, mari kita melakukan latihan melihat aura. Sebelum melihat
aura orang lain, ada beberapa urutan latihan yang harus dilakukan untuk
mendapatkan hasil yang sempurna.
1. Melihat Aura Dengan Jari Tangan
2. Carilah tembok yang berwarna putih, lalu duduklah dengan tenang
pada jarak 0,5 meter dari tembok. Ambil nafas sebanyak mungkin dan tahan
selama mungkin. Lakukan sebanyak 5 kali. Gosoklah kedua telapak tangan
hingga terasa hangat. Rapatkan masing-masing jari tangan kanan dan kiri
saling berpasangan. Letakkanlah kedua tangan yang masih berpasangan tadi
30 cm di depan mata dengan latar belakang tembok berwarna putih.
Renggangkanlah perlahan-lahan kedua telapak tangan saling menjauh.
Perhatikanlah, antara kedua ujung jari tadi akan mengeluarkan garis
cahaya putih. Itulah aura yang memancar dari ujung jari kita.Melihat
Aura Dengan Telapak Tangan
3. Tariklah nafas dan gosokkanlah kedua telapak tangan seperti pada
cara No. 1. Tempelkanlah salah satu telapak tangan pada tembok yang
berwarna putih. Tariklah nafas, tahan dan hembuskanlah. Lepaskan telapak
tangan dari tembok. Amatilah bekas telapak tangan yang tertinggal
ditembok. Itulah aura yang memancar dari telapak tangan dan lama
kelamaan akan larut dalam aura alam.Melihat Aura Diri Sendiri
4. Letakkanlah cermin besar dihadapan kita. Duduklah dengan tenang.
Usahakanlah latar belakang tembok berwarna putih dan penerangan berupa
lampu neon. Tariklah nafas sebanyak mungkin dan tahanlah selama mungkin.
Ulangilah sebanyak 5 kali. Tataplah bayangan diri kita yang ada di
cermin. Pandangan mata diusahakan tidak melihat tubuh maupun bayangan
tubuh, namun lihatlah batas tepian kepala dengan latar belakang tembok.
Setelah pandangan mata kita terfokus, maka perlahan-lahan dari kepala
dan bahu akan keluar cahaya aura kita. Sinar yang pertama kali terlihat,
biasanya berwarna putih. Putih ini biasanya bukan merupakan warna aura
kita yang sesungguhnya, melainkan dari warna aura yang sesungguhnya.
Tataplah terus sampai kita melihat warna lain yang tidak berubah.
Setelah berhasil, mulailah untuk melihat aura orang lain.Melihat Aura
Orang Lain
Mintalah bantuan seseorang yang akan menjadi objek untuk berdiri
didepan tembok yang berwarna putih. Usahakanlah penerangan di dalam
ruangan dibuat remang-remang atau redup. Berdirilah lebih kurang 3 meter
di depan objek. Fokuskanlah pandangan mata pada bagian tepi kepala dan
bahu objek. Perlahan-lahan akan keluar sinar aura dari tepi kepala
objek. Fokuskanlah pandangan pada seluruh tepian tubuh objek, maka
seluruh tubuh objek akan memancarkan warna aura.

sumber: berbagai pihak