Minggu, 07 November 2010

Sejarah Singkat Desa Sundan

Assalamualaikum.wr.wb

Desa Sundan adalah sebuah Desa yang secara teritorial terletak wilayah kecamatan Lengkiti di kabupaten OKU Induk, yang dapat ditempuh lebih kurang 6 jam perjalanan darat dari kota Palembang dan 2 jam perjalanan darat dari kota Baturaja, selain itu secara geografis termasuk ke wilayah bukit Barisan, termasuk ke dalam Marga Kiti.

Menurut cerita Masyarakat Desa Sundan pada awalnya masih merupakan keturunan dari masyarakat yang mendiami wilayah gunung seminung, dan kemudian mengalami percampuran dengan Suku bangsa"ABUNG" yang berasal dari wilayah lampung, hal ini dapat dibuktikan karena bahasa masyarakat setempat mempunyai kemiripan dengan bahasa Daerah Komering dan lampung khususnya lampung abung.

Menurut cerita masyarakat setempat dan juga dari Ayahanda penulis nama Desa SUNDAN, terjadi ketika sewaktu puyang ingin mendirikan pemukiman mereka menanam sebuah pohon beringin yang juga menanam sebuah 'TALAM' yang berasal DARI "SUNDA", tetapi kenapa kemudian menjadi Desa SUNDAN, bukan Sunda penulis belum menemukan faktanya.

Sekitar Ratusan tahun yang lalu, pada awalnya sudah terbentuk perkampungan penduduk yang kemudian bernama Desa "KOTA AGUNG" akan tetapi letaknya berada di seberang dari Desa yang ada sekarang yang dipisahkan oleh Sungai Lengkayap yang berhulu di wilayah "BUKIT KARANG".  Hal ini diperkuat dengan adanya pekuburan yang ada diseberang tetapi sekarang lokasi tersebut sudah tidak pernah dijamah lagi oleh penduduk Desa Sundan.

Suasana Alam yang begitu menyejukkan dan enak menyebabkan Masyarakat Desa Sundan bermata pencaharian  berkebun seperti Kopi, karet, Damar dan sebagian kecil ada yang bertani, berdagang.  Hampir 100% penduduk Desa Sundan beragama Islam. 

Objek Wisata

sebenarnya Desa Sundan memiliki objek wisata yang cukup layak untuk dijadikan aset wisata oleh Kabupaten Oku Induk diantaranya Air Terjun Mandi Hawa, dan Bukit Karang, untuk mencapai Lokasi Bukit karang ini untuk orang yang sudah terbiasa menempuhnya memakan waktu perjalanan lebih kurang 6 jam perjalanan darat, akan tetapi sekarang jika tidak sedang dalam musim hujan maka perjalanan ke lokasi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan sepeda motor.

PUYANG-PUYANG

Menurut kepercayaan Masyarakat setempat ada 2 orang puyang yang cukup dikenal yaitu Puyang "DAYAN" yang makamnya terletak di seberang sungai yang letaknya menurut cerita dari orang-orang tua berada terpisah dan lebih tinggi tempatnya dari pekuburan yang ada.  Masih menurut cerita yang penulis dapatkan ada beberapa keanehan atau kejanggalan yang terjadi disekitar makam puyang Dayan ini, misalnya ketika ada beberapa orang penduduk yang ingin menangkap ayam hutan yang berada di sekitar wilayah makam ini, ketika ayam tersebut sudah berhasil masuk perangkap, ketika sudah dibawa pulang ternyata yang ditangkap dan dibawa tersebut adalah onggokan kayu bakar yang sudah menjadi arang. Allahuallam bis shawab ... Hanya Allah SWT yang mengetahuinya...

Selanjutnya Ada Puyang "ABUNG" yang makamnya terletak di sekitar wilayah bukit karang, menurut cerita yang penulis dapatkan dari Ayahanda Penulis adalah ketika sedang ada proyek pembangunan PT. Semen Baturaja, saat itu pemborong pembangunan PT. Semen Baturaja membeli pasir dan batu koral dari Desa Sundan, ketika itu pemborong tersebut tertarik untuk mengambil salah satu nisan dari makam Puyang Abung untuk dijadikan kenang-kenangan dan diganti dengan batu gunung yang lain, akan tetapi keanehan terjadi setelah batu nisan tersebut diambil dan ditukar, ternyata air sungai lengkayap yang melewati desa Sundan terus menerus membesar dan tidak mau turun ketinggiannya, hal ini menyebabkan pemborong tersebut mengalami kerugian yang tidak sedikit karena ia harus tetap membayar upah pekerja sedangkan ia tidak dapat lewat dan mengambil bahan baku.  Setelah ia berkonsultasi dan mendapat nasihat dari orang-orang tua, akhirnya ia mengembalikan batu nisan tersebut kembali ketempatnya dan keanehan kembali terjadi air sungai yang tadinya besar langsung menurun dan mereka pun dapat kembali melanjutkan pekerjaaannya.  Hanya Allah SWT yang mengetahui rahasianya.

Tokoh Masyarakat

Sampai saat ini penulis belum mendapatkan bukti terbaru tentang tokoh-tokoh yang menjadi panutan masyarakat.  Akan tetapi mungkin salah Satunya adalah mantan Kepala Desa Sundan yang pernah 2 (Dua) kali menjabat, yang jabatan pertama masih bernama "KRIYA" dan yang kedua sudah bernama kepala desa yang bernama Kriya "MADERI", yang lebih dikenal juga dengan sebutan Kriya "Motor" yang semasa hidupnya beliau tidak hanya dikenal sebagai kepala desa atau Kriya tetapi menurut cerita dari beberapa orang tua juga memiliki kemampuan di dalam metafisika.

Untuk Saat ini ada Ibu Sumaiyah yang sekarang masih menjabat sebagai kepala Dinas Pendapatan Daerah tingkat II Kota Palembang.

Penulis saat ini masih tercatat Mahasiswa Universitas IBA Palembang fakultas Ekonomi jurusan Manajemen, penulis adalah salah seorang cucu dari kriya Maderi atau Kriyo Motor dari Pihak Ayah dan Kriya "A. Komar" dari pihak ibu yang berasal dari Desa "Negeri Ratu" dan buyut penulis dari pihak ibu pernah memangku jabatan sebagai Pasirah.  Penulis sekarang bertempat tinggal di kota Palembang.

Tiada maksud lain dari penulis selain mencoba melestarikan dan menuangkan apa yang penulis ketahui tentang sejarah daerah asal penulis.  Penulis tahu tulisan singkat ini masih jauh dari sempurna, ini tidak lain lain keterbatan dari penulis. 

Penulis Sangat mengharapkan saran, kritikan dan bantuan pihak-pihak lain yang sangat berguna dalam upaya melestarikan sejarah desa "Sundan" ini.

Wassalamualikum Wr.wb.


Tidak ada komentar:

Al qur'an Elektronik